Sistem Ekonomi Sedekah
Series
Prinsip 1 : Dapat Uang dari Produk atau Jasa, Bukan dari Uang.
Oleh : Supardi Lee (Ketua Baitul Maal Bestari)
www.baitulmaalbestari.org, Miliki pohon uang.
Buat uang yang bekerja untuk anda, bukan anda bekerja untuk uang. Miliki lah passive income : pendapatan pasif ;
pendapatan tanpa bekerja. Itulah
beberapa jargon tentang kecerdasan finansial yang digembar-gemborkan para guru
ekonomi kapitalis. Dilihat sekilas,
tentu menyenangkan. Dapat uang tanpa
bekerja….wow
.
Prinsip “dapat uang dari uang” adalah prinsip dasar dari
ekonomi riba. Kita mengenalnya sebagai
investasi. Beberapa orang menyebutnya
sebagai salah satu keajaiban dunia. Uang bisa beranak-pinak dengan luar biasa
besar dan cepat. Ide yang membius banyak
orang.
Pada prakteknya, memang ada orang yang menjadi sangat kaya
raya dengan prinsip ini. Uangnya tumbuh
dan berkembang. Kekayaan datang bak
jamur di musim hujan. Tetapi, fakta juga
bicara. Satu orang kaya dengan sistem
ini mengorbankan ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu orang. Masih ingatkah anda dengan kasus PT.QSAR,
Koperasi Langit Biru, Koperasi Pandawa, Koperasi Sabda Alam, First Travel, dan
lain-lain. Orang-orang berebut mendapat
keuntungan besar. Keuntungan yang
didapat segelintir orang di awal, tetapi merugikan begitu banyak orang di akhir
hayatnya. Orang-orang kehilangan uang
dan pelakuknya meringkuk di penjara.
Dalam bentuk lain, praktek “dapat uang dari uang” dilakukan
oleh bank. Bank membuat produk-produk
investasi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat. Misalnya deposito. Deposito bank membuat orang yang menyimpan
uang di bank mendapat uang dari uang yang didepositokannya. Bunga bank itu begitu mempesona nasabah dan
merasa beruntung. Pihak yang benar-benar
untung sesungguhnya adalah bank itu sendiri.
Dana pihak ketiga yang terkumpul tersebut dipinjamkan ke masyarakat
dengan bunga yang lebih tinggi dari bunga yang diberikan pada penyimpan dana. Jadi, bank mendapat untung dari uang pihak
lain. Itulah prinsip dasar lembaga
keuangan.
Dapat uang dari uang adalah prinsip riba. Sistem ekonomi sedekah dibangun dengan
prinsip yang berbeda, yaitu : Dapatkan uang dari menjual produk atau jasa,
bukan dengan jualan uang. Produk atau
jasa yang terjual memberikan keuntungan.
Itulah prinsip yang sama-sama menguntungkan. Penjual produk / jasa mendapat profit. Pembeli produk / jasa mendapat
manfaatnya. Transaksi yang digunakan
adalah jual beli. Ini berbeda dengan
ekonomi riba. Transaksi riba adalah
pinjaman dana dengan bunga tertentu.
Produk atau jasa yang dijual memberikan manfaat pada
konsumen. Sedangkan pinjaman uang justru memberikan
beban pada peminjam. Beban yang bisa
terus membesar tanpa batas karena ada sistem bunga berbunga. Sistem bunga berbunga inilah yang kemudian
akan merugikan peminjam, bahkan sampai pada tingkat kehilangan seluruh
hartanya. Dalam banyak kasus, sudah
kehilangan seluruh harta pun masih belum bisa melunasi utangnya.
Menjual produk / jasa memang lebih sulit dari sekedar
meminjamkan uang. Tetapi itu cara yang
benar dan adil untuk mendapat uang. Tak
ada pihak yang dizalimi. Bahkan semua
pihak untung. Untuk apa dapat uang tapi
merugikan orang lain? Menghasilkan
kebencian dari banyak orang…!
No comments:
Post a Comment