Prinsip 4 : Dari Sosial untuk Ekonomi, Bestari


SISTEM EKONOMI SEDEKAH
Series
Oleh Supardi Lee (Ketua Baitul Maal Bestari)

www,baitulmaalbestari.com,Di perusahaan ada CSR.  Corporate Social Responsibility.  Ini program-program perusahaan untuk membantu dan memberdayakan masyarakat.  Sifatnya sosial.  Karena perusahaan adalah lembaga ekonomi, maka CSR bisa dikategorikan sebagai dari ekonomi untuk sosial.  Program-program CSR sangat berguna untuk masyarakat. 
Ada juga lembaga-lembaga sosial yang menghimpun dana sosial dan diperuntukkan untuk kegiatan sosial.  Misalnya yayasan yatim piatu.  Yayasan menghimpun dana sosial dan digunakan untuk memberikan santunan, pembagian sembako, beasiswa, dan lain-lain untuk anak-anak yatim piatu dan kalangan dhuafa.  Ini termasuk dari sosial untuk sosial.


Dalam sistem ekonomi sedekah, terjadi aliran dana sosial untuk ekonomi.  Dana yang dihimpun adalah dana sosial (sedekah).  Tapi peruntukkannya lebih untuk sektor ekonomi, baik produksi, distribusi maupun konsumsi.  Traksaksi yang dilakukan adalah pinjaman dana tanpa bunga.  Pola seperti ini relatif baru di masyarakat.  Selama ini, hubungan antara sektor sosial dan ekonomi lebih banyak dari ekonomi untuk sosial, dari sosial untuk sosial dan tentu saja dari ekonomi ke ekonomi. 
Beberapa keuntungan didapat dengan pola dana sosial untuk ekonomi ini :
Pertama, dana sosial tersebut bisa terus berputar.  Ini berbeda dengan santunan, pembagian sembako atau beasiswa.  Dananya hilang.  Dana santunan ketika digunakan ya habis.  Demikian pula dengan sembako dan beasiswa.  Dana yang dipinjamkan pada seseorang akan bisa kembali lagi dan digunakan kembali untuk membantu yang lain. 
Kedua, jumlahnya akan terus meningkat.  Karena transaksinya pinjaman, maka akumulasi dana akan makin besar dari waktu ke waktu.  Hal ini disebabkan pula oleh terus diusahakannya usaha-usaha fundrising dana sosial tersebut.  Jadi yang sudah ada terus diputar, lalu ditambah pula dengan dana baru dari para donator.


Ketiga, manfaatnya makin luas.  Masyarakat yang mendapat manfaat dari dana ini akan makin banyak.  Makin banyak dana, makin banyak peminjam. 
Keempat, manfaatnya variatif.  Dana pinjaman tanpa bunga bisa digunakan untuk berbagai keperluan.  Modal bisnis, bayar utang riba, biaya kesehatan, biaya pendidikan, konsumsi sembako, pembelian alat-alat komunikasi dan transportasi, pembelian rumah, sewa kantor dan sebagainya.  Manfaat yang sangat variatif ini akan menjadi daya tarik sistem ekonomi sedekah. 
Kelima, makin strategis.  Dana sosial ini selain digunakan untuk pinjaman dana tanpa bunga, juga digunakan untuk memiliki asset-asset ekonomi yang penting bagi masyarakat.  Misalnya sawah.  Lembaga sosial yang memiliki sawah bisa memproduksi beras lalu menjualnya dengan harga yang lebih murah karena lembaganya tidak mencari keuntungan.  Ini adalah sifat nirlaba (tidak cari untung) dari lembaga ekonomi sedekah tersebut. Pola ini dikatakan strategis karena bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.  Juga bisa menstabilkan harga, tidak terpengaruh pada spekulasi mafia pangan. 
Masih ragu dengan sistem ekonomi sedekah?





No comments:

Post a Comment