SISTEM EKONOMI SEDEKAH
Series
Oleh Supardi Lee (Ketua Baitul Maal Bestari)
www,baitulmaalbestari.com,Di perusahaan ada CSR.
Corporate Social Responsibility.
Ini program-program perusahaan untuk membantu dan memberdayakan
masyarakat. Sifatnya sosial. Karena perusahaan adalah lembaga ekonomi,
maka CSR bisa dikategorikan sebagai dari ekonomi untuk sosial. Program-program CSR sangat berguna untuk
masyarakat.
Ada juga lembaga-lembaga sosial yang menghimpun dana sosial
dan diperuntukkan untuk kegiatan sosial.
Misalnya yayasan yatim piatu.
Yayasan menghimpun dana sosial dan digunakan untuk memberikan santunan,
pembagian sembako, beasiswa, dan lain-lain untuk anak-anak yatim piatu dan
kalangan dhuafa. Ini termasuk dari
sosial untuk sosial.
Dalam sistem ekonomi sedekah, terjadi aliran dana sosial
untuk ekonomi. Dana yang dihimpun adalah
dana sosial (sedekah). Tapi
peruntukkannya lebih untuk sektor ekonomi, baik produksi, distribusi maupun
konsumsi. Traksaksi yang dilakukan
adalah pinjaman dana tanpa bunga. Pola
seperti ini relatif baru di masyarakat.
Selama ini, hubungan antara sektor sosial dan ekonomi lebih banyak dari
ekonomi untuk sosial, dari sosial untuk sosial dan tentu saja dari ekonomi ke
ekonomi.
Beberapa keuntungan didapat dengan pola dana sosial untuk
ekonomi ini :
Pertama, dana sosial tersebut bisa terus berputar. Ini berbeda dengan santunan, pembagian
sembako atau beasiswa. Dananya
hilang. Dana santunan ketika digunakan
ya habis. Demikian pula dengan sembako
dan beasiswa. Dana yang dipinjamkan pada
seseorang akan bisa kembali lagi dan digunakan kembali untuk membantu yang
lain.
Kedua, jumlahnya akan terus meningkat. Karena transaksinya pinjaman, maka akumulasi
dana akan makin besar dari waktu ke waktu.
Hal ini disebabkan pula oleh terus diusahakannya usaha-usaha fundrising
dana sosial tersebut. Jadi yang sudah
ada terus diputar, lalu ditambah pula dengan dana baru dari para donator.
Ketiga, manfaatnya makin luas. Masyarakat yang mendapat manfaat dari dana
ini akan makin banyak. Makin banyak
dana, makin banyak peminjam.
Keempat, manfaatnya variatif. Dana pinjaman tanpa bunga bisa digunakan
untuk berbagai keperluan. Modal bisnis,
bayar utang riba, biaya kesehatan, biaya pendidikan, konsumsi sembako,
pembelian alat-alat komunikasi dan transportasi, pembelian rumah, sewa kantor
dan sebagainya. Manfaat yang sangat
variatif ini akan menjadi daya tarik sistem ekonomi sedekah.
Kelima, makin strategis.
Dana sosial ini selain digunakan untuk pinjaman dana tanpa bunga, juga
digunakan untuk memiliki asset-asset ekonomi yang penting bagi masyarakat. Misalnya sawah. Lembaga sosial yang memiliki sawah bisa
memproduksi beras lalu menjualnya dengan harga yang lebih murah karena
lembaganya tidak mencari keuntungan. Ini
adalah sifat nirlaba (tidak cari untung) dari lembaga ekonomi sedekah tersebut.
Pola ini dikatakan strategis karena bisa memenuhi kebutuhan pokok
masyarakat. Juga bisa menstabilkan
harga, tidak terpengaruh pada spekulasi mafia pangan.
Masih ragu dengan sistem ekonomi sedekah?
No comments:
Post a Comment