SISTEM EKONOMI SEDEKAH 7: ASSET, Bestari

Series. Sistem Ekonomi Sedekah
Oleh Supardi Lee (Ketua Baitul Maal Bestari)





www.baitulmaalbestari.org, Asset adalah segala sesuatu yang hasilkan uang.  Kebalikannya adalah liabilitas : segala sesuatu yang membuat uang keluar dari kantong kita.  Itu definisi sederhana.  Definisi berdasar kapitalisme yang orientasinya uang dan kekayaan.  Dalam sistem ekonomi sedekah, asset dimiliki oleh masyarakat, dikelola oleh organisasi yang mendapat amanah dari masyarakat.  Negara termasuk kategori organisasi tersebut.  Dalam prakteknya, negara adalah organisasi terbaik untuk jalankan amanah itu. 
Dalam sistem ekonomi kapitalis riba, asset itu jadi rebutan orang per orang.  Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan asset.  Ia menjadi faktor sangat penting setelah aliran uang (cash flow).  Uang adalah alat untuk dapat asset, dan asset adalah sumber uang.  Begitu prinsipnya.  Dalam sistem ekonomi sedekah, asset digunakan utamanya bukan untuk hasilkan uang, tapi untuk hasilkan produk dan jasa yang dibutuhkan masyarakat luas.  Maka fokusnya bukan profit, tapi benefit.


Misalnya sawah.  Sawah adalah asset penting karena hasilkan pangan pokok Indonesia, beras.  Tapi, karena ada alternatif dengan impor, maka sawah mulai kehilangan signifikansinya.  Sawah pun banyak yang berubah fungsi menjadi perumahan, pabrik, kebun, jalan, pusat perbelanjaan dan sebagainya.  Ini mendorong impor yang lebih banyak lagi karena produksi berasnya terus turun.  Impor naik, apalagi saat panen, harga beras jatuh, petani rugi dan enggan menanam padi lagi.  Ini skenario dari sistem ekonomi yang pentingkan profit.  Impor beras itu hasilkan profit yang luar biasa.
Sistem ekonomi sedekah akan bisa selamatkan bahkan kembangkan sawah sebagai asset pangan yang sangat penting.  Pertama, dana sedekah digunakan untuk modal operasional tanam padi.  Karena dana ini tak haruskan adanya profit, maka harga beras bisa lebih murah tanpa rugikan petani.  Petani akan tetap mendapat haknya seperti biasa.  Hanya profit dari pemodalnya yang dihilangkan.
Kedua, dana sedekah digunakan untuk memiliki sawahnya.  Maka biaya sewa sawah dalam struktur biaya operasional bisa hilang.  Hilangnya sewa ini, akan membuat harga beras lebih murah lagi. 
Ketiga, dana sedekah digunakan untuk memiliki alat transportasi.  Maka biaya transportasi bisa lebih efisien.  Hal ini membuat harga beras lebih murah lagi. 
Jadi, dana sedekah bisa membuat efisiensi ekonomi di dua bagian besar : Produksi dan Distribusi.  Hal ini akan sangat signifikan dalam membuat ekonomi lebih berkeadilan sehingga bisa mensejahterakan lebih banyak orang. 


Seperti itulah gambaran sederhana asset-asset nirlaba bekerja.  Fokusnya benefit, bukan profit.  Tapi tidak menghilangkan hak orang-orang yang bekerja.  Petani akan mendapat upah / bagi hasil yang sesuai.  Setiap pekerja akan mendapat upah yang layak.  Hal ini terjadi karena dari berbagai asset tersebut tidak diambil profitnya.
Ide ini seperti utopis.  Tapi, percayalah di tangan orang-orang yang tepat, sistem ini bisa berjalan dengan baik.  Banyak hal utopis di dunia ini yang menjadi nyata.  Orang-orang menganggap gila Wrigth bersaudara ketika berusaha membuat pesawat terbang.  Tapi sekarang, penerbangan telah menjadi industri yang sangat besar dan bermanfaat bagi masyarakat dunia. 



No comments:

Post a Comment