Series. Sistem Ekonomi Sedekah
Oleh Supardi Lee (Ketua Baitul Maal Bestari)
www.baitulmaalbestari.org, Asset adalah segala sesuatu yang hasilkan uang. Kebalikannya adalah liabilitas : segala
sesuatu yang membuat uang keluar dari kantong kita. Itu definisi sederhana. Definisi berdasar kapitalisme yang
orientasinya uang dan kekayaan. Dalam
sistem ekonomi sedekah, asset dimiliki oleh masyarakat, dikelola oleh
organisasi yang mendapat amanah dari masyarakat. Negara termasuk kategori organisasi
tersebut. Dalam prakteknya, negara
adalah organisasi terbaik untuk jalankan amanah itu.
Dalam sistem ekonomi kapitalis riba, asset itu jadi rebutan
orang per orang. Berbagai cara dilakukan
untuk mendapatkan asset. Ia menjadi
faktor sangat penting setelah aliran uang (cash flow). Uang adalah alat untuk dapat asset, dan asset
adalah sumber uang. Begitu
prinsipnya. Dalam sistem ekonomi
sedekah, asset digunakan utamanya bukan untuk hasilkan uang, tapi untuk
hasilkan produk dan jasa yang dibutuhkan masyarakat luas. Maka fokusnya bukan profit, tapi benefit.
Misalnya sawah. Sawah
adalah asset penting karena hasilkan pangan pokok Indonesia, beras. Tapi, karena ada alternatif dengan impor,
maka sawah mulai kehilangan signifikansinya.
Sawah pun banyak yang berubah fungsi menjadi perumahan, pabrik, kebun,
jalan, pusat perbelanjaan dan sebagainya.
Ini mendorong impor yang lebih banyak lagi karena produksi berasnya
terus turun. Impor naik, apalagi saat
panen, harga beras jatuh, petani rugi dan enggan menanam padi lagi. Ini skenario dari sistem ekonomi yang
pentingkan profit. Impor beras itu
hasilkan profit yang luar biasa.
Sistem ekonomi sedekah akan bisa selamatkan bahkan
kembangkan sawah sebagai asset pangan yang sangat penting. Pertama, dana sedekah digunakan untuk modal
operasional tanam padi. Karena dana ini
tak haruskan adanya profit, maka harga beras bisa lebih murah tanpa rugikan
petani. Petani akan tetap mendapat
haknya seperti biasa. Hanya profit dari
pemodalnya yang dihilangkan.
Kedua, dana sedekah digunakan untuk memiliki sawahnya. Maka biaya sewa sawah dalam struktur biaya
operasional bisa hilang. Hilangnya sewa
ini, akan membuat harga beras lebih murah lagi.
Ketiga, dana sedekah digunakan untuk memiliki alat
transportasi. Maka biaya transportasi
bisa lebih efisien. Hal ini membuat
harga beras lebih murah lagi.
Jadi, dana sedekah bisa membuat efisiensi ekonomi di dua
bagian besar : Produksi dan Distribusi.
Hal ini akan sangat signifikan dalam membuat ekonomi lebih berkeadilan
sehingga bisa mensejahterakan lebih banyak orang.
Seperti itulah gambaran sederhana asset-asset nirlaba
bekerja. Fokusnya benefit, bukan
profit. Tapi tidak menghilangkan hak
orang-orang yang bekerja. Petani akan
mendapat upah / bagi hasil yang sesuai.
Setiap pekerja akan mendapat upah yang layak. Hal ini terjadi karena dari berbagai asset
tersebut tidak diambil profitnya.
Ide ini seperti utopis.
Tapi, percayalah di tangan orang-orang yang tepat, sistem ini bisa
berjalan dengan baik. Banyak hal utopis
di dunia ini yang menjadi nyata.
Orang-orang menganggap gila Wrigth bersaudara ketika berusaha membuat
pesawat terbang. Tapi sekarang,
penerbangan telah menjadi industri yang sangat besar dan bermanfaat bagi
masyarakat dunia.
No comments:
Post a Comment